Menu



http://jejakjco.blogspot.com/p/blog-page.htmlhttp://jejakjco.blogspot.com/


Showing posts with label Obrolan. Show all posts
Showing posts with label Obrolan. Show all posts

Monday, November 14, 2016

Happy Fathers and Mothers Day versi Jco

Siang hari tadi, saat saya sibuk membuat mandala art di ruang keluarga, tiba-tiba Jco keluar kamar...
Jco: Ibu... sekarang Happy Fathers Day kan ya...
Ibu: 12 November lalu Fathers day nya nak..

(Tiba-tiba, matanya menatap mandala art saya)

Jco: I think your drawing is pretty. We can give it to Bapak. 
Ibu: boleh..
Jco: ok. We already have present for bapak.

(Ia lalu lari meninggalkan saya ke kamar lagi, tak lama keluar lagi menuju saya)

Jco: ya udah berarti sekarang Happy Mothers Day aja..

(Ia langsung masuk kamar lagi, tidak sampai 30 detik ia keluar lagi)

Jco: Ibu, I want to make a present for you! Jco gambar dulu ya...

(Ia masuk kamar lagi sambil bawa buku gambar dan crayon, tidak sampai 1 menit sudah keluar kamar lagi)

Jco: Ibu, ini ibu (sambil nunjuk orang besar yang di tengah). Ini tangan ibu lagi di sini (sambil memeragakan tangan di samping pinggang), ibu lagi bilang "all done" (ibunya hidup dalam checklist sepertinya )
ibu: Trus, yang di samping kiri ini apa? (sambil menunjuk gambar lingkaran dan 2 garis lengkung di dekat kepala ibu, pada posisi di kiri atas kertas).
Jco: Itu suara Jco... Jco bilang I LOVE YOU IBU! Yang kecil (kiri bawah) itu Jco. Yang ini (sambil menunjuk gambar orang di kanan) ini bapak.

beda banget besaran badan ibu, jco dan bapak...  yakinlah anak anak selalu benar ) 珞

Jco: Happy Mothers Day ibuu (sambil peluk cium ibu)

#iloveyoujco
#iloveyoujustthewayyouare

Monday, November 23, 2015

Tissue Basah

Pagi ini Jco makan churros, lalu karena tangannya berminyak, ia minta dilap pakai tissue basah yang ada di meja makan. Kemudian ia berkata "Bu, Jco ini kan sudah kakak-kakak, kenapa tissue basahnya masih pakai yang gambar bayi?" ^_^

Sunday, November 8, 2015

Obrolan Pagi tentang Bapak

Bapaknya Jco selalu berangkat pagi jam 05.00 dan pulang malam sekitar jam 20.30 atau jam 21.30. Sedangkan Jco biasanya bangun jam 05.30 dan tidur pukul 18.30. Jadi saat hari kerja, Jco dan Bapaknya jarang sekali jumpa. Mereka biasanya berjumpa bila Jco bangun lebih cepat atau tidur lebih larut atau di hari Sabtu dan Minggu.

Suatu pagi Jco bangun pukul 04.50 saat bapaknya baru saja mau keluar rumah. Mereka sempat berucap sampai jumpa, dan Jco melepas kepergian bapaknya. Setelah bapaknya pergi Jco berkata pada saya "Bu, kenapa di pagi yang masih gelap bapak sudah berangkat ke kantor?". Sambil membuka jendela kamar saya menjawab 'Ya nak.. bapak memang berangkat pagi saat matahari belum terbit  jadi masih gelap dan pulang malam saat matahari telah terbenam yang artinya sudah gelap'.

Malam itu Jco tidur cepat seperti biasa, dan bapaknya pulang malam, seperti biasa pula. Keesokan paginya, pukul 06.00, Jco bangun dan langsung bertanya "Bu.. bapak ngga pulang ya?". Rupanya karena tak sempat bertemu saat malam hari dan saat pagi hari, ia mengira bapaknya tidak pulang.

Karena kejadian itu, beberapa kali di pagi hari, sebelum bapaknya berangkat ke kantor, bapaknya minta difoto bersama Jco yang masih tidur. Ketika Jco bangun, saya tunjukkan fotonya bersama bapak, sebagai bukti bahwa bapaknya tadi malam pulang saat Jco sudah tidur dan berangkat pagi sekali saat Jco belum bangun.


Friday, November 28, 2014

Telur

Jco sarapan pagi dengan telur dadar lipat seperti omelette khas hotel dengan sausnya. Kemudian terjadi percakapan diantara kami.

Jco: Ibu, ini telur yang dimasak ya?
Ibu: Iya..
Jco: Kalau telur yang ngga dimasak yang mana?
Ibu: Yang bentuknya masih oval itu lho.. (sambil tangan saya memeragakan bentuk oval)
Jco: Iya... bener!
Ibu: Nah kalau telurnya dipecahin, dimasukin ke mangkok, lalu dikocok, kemudian dimasukan ke wajan dan digoreng bisa jadi telur dadar ini. (Sambil nunjuk telur dadar Jco)
Jco: Bu.. kalau telurnya dipecahin, ngga bisa jadi ayam dong..
Ibu: Iya..
Jco: Kasian ya bu..

Beri waktu ibu untuk merenung ya nak..

Monday, November 10, 2014

Jalan Kaki

Hari ini kami berjalan kaki bersama, dari rumah ke klub renang. Jarak tempuhnya dari rumah ke klub renang sekitar 400 meter.

Ibu: Jco, suka jalan kaki bersama ibu?
Jco: Suka! Tapi harusnya pakai mobil aja..
Ibu: Kalau jalan kaki kita bisa lihat tanah, tanaman, bunga dan ketemu orang-orang. Kan asik ya Jco..
Jco: Iya.. tapi kalau naik mobil nggak cape.
Ibu: Tapi kalau jalan menyenangkan kan? Jco bisa gandengan sama ibu.
Jco: Suka!
Ibu: Terima kasih sayang, ibu ditemani jalan-jalan.
Jco: Iya ibu..

Tuesday, October 28, 2014

Khawatirnya Jco

Om Kris sedang memasuk-masukkan buku ke bagasi mobilnya. Ibu membantu om Kris, sedangkan Jco mengikuti terus dari belakang. Saat ibu sibuk menata ulang posisi buku-buku om Kris di dalam bagasi mobil, tiba-tiba Jco menarik-narik celana ibu, sambil berkata cemas.

Jco: Ibu... Ibu, ayo jangan di sini!
Ibu: Kenapa Jco?
Jco: Nanti Ibu dimasukin ke mobil sama om Kris!

Rupanya dia khawatir ibunya akan dimasukan ke mobil dan dibawa pergi oleh om Kris.

Friday, October 24, 2014

Jco mau sama Ibu

Tiba-tiba Jco memanggil saya. Saat itu saya ada di dalam kamar, sedangkan Jco ada di ruang keluarga.

Jco : Ibu! Ibu kemana?
Ibu: Ibu di sini Jco. Ada Apa? (sambil berjalan ke arah ruang keluarga)
Jco: Jco mau sama ibu.. (lirih)

Rasanya berharga sekali, merasa dibutuhkan, merasa dikangenin dan merasa disayangi oleh anak. 


 

Wednesday, October 22, 2014

Berlatih Minta Tolong dengan Baik

Ada saat-saat Jco memberi ujian pada saya.

Jco: Ambilin! AMBILIN! IBUUUU... Ambilin ini!

Saya terkejut dengan teriakannya, karena sebelumnya saya sedang tidak memberi perhatian penuh padanya. Saya menenangkan diri dan berkata dengan suara yang rendah, berusaha tidak terpancing emosi.

Ibu: Kalau Jco minta tolong dengan baik, akan ibu ambilkan.
Jco: Ibu...ambilin... (dengan suara lebih rendah)
Ibu: Ibu... tolong ambilin ya... (saya memberi contoh)
Jco: Ibu, tolong ambilin ya (dengan suara lebih rendah lagi dan halus)

Rasanya bersyukur sekali, tadi saya tidak terpancing emosi untuk memarahinya karena berbicara keras dan cukup kasar ketika minta tolong. Semoga setiap saat saya bisa selalu sadar untuk memberi teladan baik padanya, bukan terpancing emosi dan mengutamakan ego.

Sunday, October 19, 2014

Dan.. sebagainya..

Malam ini kami makan bersama teman-teman adik sepupu saya (Om Yoga), di Urban-Kitchen, Senayan City-Jakarta. Sambil makan malam, saya mengobrol bersama teman-temannya adik sepupu saya. Pada saat itu Jco (3 tahun 8 bulan) ikut mendengarkan obrolan kami, dan di sela-sela obrolan tersebut Jco ikut urun suara. Kurang lebih begini kejadiannya.
Ibu: bla...bla...bla...
Ofi (teman om Yoga): bla bla bla bla?
Ibu: bla...bla...bla..
Ofi: terus mbak?
Jco: Dan..sebagainya!

Mendadak kami semeja tertawa, karena pada saat itu tanggapan Jco berupa "dan sebagainya!" itu terasa paaaas sekali dimasukkan sebagai salah satu opsi jawaban obrolan kami. Saking lucunya, saya malah lupa, tadi itu kami sedang membicarakan apa. Dan ini pertama kalinya saya mendengar Jco bicara "Dan sebagainya!"

Saturday, October 18, 2014

Konsep Suasana Rumah

20 September 2014, saat rumah kami sedang direnovasi, Jco berkomentar "Yaa.... rumah Jco berantakan sekali Ibu....!"

18 Oktober 2014, saat rumah kami dalam proses penyelesaian renovasi, Jco kembali berkomentar "Waaah, rumah Jco bagus sekali ibu... cuma kotor sedikit."

Rupanya di usia 2 tahun 7 - 8 bulan ini sudah tumbuh kepeduliannya terhadap kerapihan dan kebersihan rumah. 

Wednesday, October 15, 2014

Topi

Siang ini, Jco (2 tahun 7 bulan) menemani saya ke Universitas Indonesia. Karena terik tiba-tiba dia ingat perlu menggunakan topi. Kemudian terjadilah percakapan antara kami.

Jco: Ibu, Jco kok ngga pakai topi sih? Kan panas...
Ibu: Oh iya, topi Jco hilang, belum ketemu. (memang 1 topi hilang di Malang dan 1 topi lagi terselip entah di mana)
Jco: Kan Jco sudah punya topi yang ngga ilang, uang udah beli, yang ada ini nya (sambil memeragakan bentuk penutup pada topi model 'cap'). Yang beli itu o (red: lho)!

Saya berpikir sejenak. Baru teringat memang Jco sudah kami belikan topi baru, setelah topi lamanya hilang, tetapi topi tersebut belinya sudah agak lama, kira kira 4 bulan yang lalu, dan kami tinggalkan di rumah kami sendiri, sementara sudah berbulan-bulan kami tinggal di rumah eyang. Dalam hati, masa dia ingat kalau punya topi baru, kan sudah lama tidak lihat lagi. Kemudian, saya ingin tahu apakah benar dia ingat kalau punya topi baru yang terakhir kami belikan untuknya.

Ibu: Jco memang ingat kalau punya topi baru?
Jco: inget..
Ibu: Warnanya apa?
Jco: Hitam!
Ibu: Gambarnya apa?
Jco: Mickey Mouse!
Ibu: Iya ya.. benar.. Jco ingat ya ternyata...
Jco: Iya.. (lirih)
Ibu: Topi itu ada di rumah Jco, sekarang ngga dibawa.
Jco: Lain kali dibawa ya Bu!
Ibu: Iya sayang..


Tuesday, September 9, 2014

Semangka Menyebabkan Sering Pipis

Jco, suka sekali makan semangka. Tetapi bila Jco makan banyak semangka (sekitar 1/4 dari buah semangka) pasti ia akan sering pipis (4-5 kali dalam 1 jam), sehingga kami membatasi jumlah semangka yang ia konsumsi, agar pipisnya lebih terkontrol dan tidak ngompol.

Tadi malam, Jco sudah menghabiskan semangka bagiannya (2 potong), sedangkan saya makan lebih banyak (4 potong). Lalu ia menghampiri saya, saya berpikir, pasti ia akan minta semangka bagian saya, seperti biasa. Namun ternyata, ia mengatakan hal lain.

Jco: Ibu.. kok ibu makan semangka banyak-banyak, tapi ngga pipis-pipis?
Ibu: ...

Saya berpikir, kalau saya jawab, saya sudah bisa tahan pipis, nanti bahaya buat dia kalau ikut-ikutan tahan pipis. Atau mungkinkah itu disebabkan karena ginjal saya lebih besar dan mampu menampung lebih banyak cairan daripada ginjal miliknya? Akhirnya saya hanya diam saja sambil senyum, belum mampu menjawab.

Tuesday, August 12, 2014

Tentang Cita-Cita lagi

Saat berusia 2 tahun 3 bulan, Jco mulai suka wayang. Rasa suka ini muncul sejak Jco nonton permainan wayang om Kris di Gandaria 18 Mei 2014 dan pagelaran wayang semalam suntuk dari Pak Ki Manteb Sudarsono pada ulang tahun Lemhannas Republik Indonesia 26 Mei 2014. Dua pertunjukkan tersebut sangat berkesan baginya.

Sementara saya, masih suka tanya padanya tentang cita-cita nya kalau sudah besar. Kali ini demikian jawabannya.

Ibu: Jco, kalau sudah besar mau ngapain?
Jco: Main wayang!
Ibu: ooo... Jco suka banget sama wayang?
Jco: Iya..
Ibu: Jco sukanya wayang apa?
Jco: Kum...ehm... Semang!

Awalnya dia mau bilang Kumbakarna, tapi kemudian diralatnya menjadi Semar! Menurutnya Semar lebih baik daripada Kumbakarna.

Thursday, March 20, 2014

Tentang Cita-Cita versi lain

Beberapa minggu ini kami memberikan konsep baru padanya, tentang bayi dan balita. Bayi itu belum bisa jalan, belum bisa ngomong dan masih perlu mendapatkan ASI dari ibunya. Kalau sudah balita sudah bisa jalan, sudah bisa ngomong dan sudah tidak minum ASI dari ibunya lagi. Dan kami sampaikan sekarang ini Jco (2 tahun 1 bulan) sudah bukan bayi lagi, melainkan balita. Rupanya ia sungguh berpikir tentang itu.

Ibu: Jco, kalau sudah besar mau jadi apa?
Jco: (Geleng-geleng kepala, sambil senyum) Jco ngga mau besar ibu! Jco mau jadi bayi aja!
Ibu: Lho! Kenapa mau jadi bayi?
Jco: Supaya bisa mimik ibu terus!
Ibu: ...

Sunday, December 22, 2013

Tentang Cita-Cita

Hari ini saya coba tanyakan ke Jco (1 tahun 10 bulan) tentang cita-citanya.

Ibu: Jco mau jadi apa kalau sudah besar?
Jco: Jadi buah!
Ibu: Jadi buah apa?
Jco: Buah Apeng (Apel)!

Saking sukanya sama buah, dia pun berharap dirinya menjadi buah kalau sudah besar nanti!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...