Resume Materi Kuliah Rumah Main Anak
ππππππππ
Judul : Arsitektur Untuk Anak
Hari/tanggal : Rabu, 15 Februari 2017
Pemateri : Wanda Soepandji, S.Ars.,M.ars
Peresume : Aprida
ππππππππ
Riwayat Hidup
ππ»Wanda Soepandji S.Ars., M.Ars
Ibu dari Jco (4 tahun 11 bulan), homeschooler. Sedikit kisah Jco dapat diintip di www.jejakjco.blogspot.com
π‘Lahir: Paris, 21 September 1984
πRiwayat Pendidikan:
SD Permata Bunda Depok
SMP Desa Putera Jagakarsa
SMA Negeri 1 Depok
S1 Arsitektur - Universitas Indonesia Depok
S2 Perancangan Kota - Universitas Indonesia Depok
πRiwayat Pekerjaan:
1. Village Planner - UN-HABITAT - Banda Aceh
2. Village Planner - World Bank - Banda Aceh
3. Village Planner - LOGICA AUS-AID - Banda Aceh
4. Photographer - Cultural Research - Jerman dan Belanda
5. Planner dan Marketeer- PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko - Jakarta
6. Fasilitator Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia - Depok
7. Kepala Divisi Perancangan dan Konstruksi - Krisna Strategic Policy Firm - Jakarta
8. Fasilitator Pohon Langit - Depok
π±Kontak:
Wanda
FB: Wanda Soepandji
Ig: wandaws
Twitter: wandaws
email: wandaws@gmail.com
Pohon Langit
Ig: pohonlangit
Email: tanya.pohonlangit@gmail.com
~~~
Eksplorasi dan Stimulasi Ragam Kecerdasan Majemuk
Anak-anak memerlukan beragam stimulasi kecerdasan majemuk mulai dari kecerdasan aksara, kecerdasan logika, kecerdasan musik, kecerdasan tubuh, kecerdasan alam, kecerdasan diri, kecerdasan relasi dan kecerdasan imaji (informasi lebih lengkap terdapat pada buku Bakat Bukan Takdir tulisan Bukik Setiawan dan Andre Firdaus). Stimulasi beragam kecerdasan selain menumbuhkan rasa percaya diri pada anak juga menumbuhkan benih potensi pada dirinya yang kelak dapat menjadi modal penentuan apa yang akan ia lakukan dalam hidupnya.
Usia 0-14 adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan dan memaparkan berbagai stimulasi kecerdasan majemuk pada anak. Stimulasi ini dapat dilakukan sendiri oleh anak dengan pendampingan orangtua, atau dilakukan bersama orang yang berkarier dengan menekuni salah satu kecerdasan majemuknya, sehingga anak-anak dapat merasakan bersentuhan langsung dengan orang yang telah berkarya nyata dari hasil menumbuhkan kecerdasan majemuknya.
Contohnya: anak yang gemar memasak dapat belajar langsung dari koki sebuah catering, anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap mobil dapat belajar langsung dari petugas montir di bengkel, dan anak yang gemar bermain wayang dapat belajar langsung dari seorang dalang.
Pohon Langit
Saya bekerja bersama Pohon Langit sebagai fasilitator yang bekerja untuk membantu anak dan orangtua mengoptimalkan stimulasi ragam kecerdasan majemuk anak, agar anak dapat menumbuhkan potensi dalam dirinya sehingga kelak berbakat pada bidang yang diminatinya. Program perdana dari Pohon Langit adalah kelas Arsitektur untuk Anak.
Arsitektur Untuk Anak
Mengapa arsitektur? Karena setiap manusia hidup tidak lepas dari ruang tempatnya berada. Suasana hati/emosi, gerak dan kegiatan seseorang sangat berpengaruh dan juga dipengaruhi oleh ruangnya. Banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan kamarnya, tidak memiliki ide untuk menata rumahnya, tidak dapat berimajinasi bagaimana ruang yang nyaman di dalam kapal atau pesawat, tidak berani menggali ide dan harapan terhadap ruang impiannya, mengapa? Karena ketika usia dini kecerdasan majemuknya yang berkaitan dengan ruang dan lingkungannya belum terstimulasi secara optimal.
Arsitektur untuk anak pada Pohon Langit merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi ragam kecerdasan dan menumbuhkan potensi dalam diri anak sehingga dapat tumbuh dengan optimal, karena kami mendampingi anak-anak untuk melakukan:
1. Stimulasi kecerdasan imaji (berkaitan dengan ruang)
2. Stimulasi kecerdasan logika (berkaitan dengan pengelolaan hubungan antar kejadian)
3. Stimulasi kecerdasan diri (berkaitan dengan pengelolaan emosi, ide, harapan dan motivasi)
4. Stimulasi kecerdasan relasi (berkaitan pengendalian diri ketika berhadapan dengan orang lain)
5. Eksplorasi manusia dan unsur tubuhnya berhubungan dengan ruang
6. Eksplorasi ruang dan komponennya
7. Eksplorasi lingkung alam (merasakan dan menghayati keberadaanya di alam)
8. Eksplorasi lingkung bangun (mengenal dan mengetahui sejarahnya)
9. Mengenal ragam profesi arsitek
10. Mengenal ragam kegiatan profesi arsitek
11. Merasakan bekerja menjadi arsitek cilik
12. Merasakan bekerja sama dalam lintas usia (kerjasama lintas usia merupakan suasana nyata yang akan mereka temukan saat bekerja kelak).
Kegiatan utama kelas Arsitektur untuk Anak terdiri dari:
1. Kelas Penjelajahan: ekplorasi pengetahuan dasar arsitektur seperti warna, titik garis bidang, ruang 3 dimensi, dimensi (ukuran tubuh dan ruang), material, dan signage (papan petunjuk arah).
2. Kelas Perancangan: Melakukan kegiatan merancang arsitektur, seperti merancang kamar, tenda, rumah, balai warga, jembatan, gedung pencakar langit, desa dan kota.
Pelayanan Arsitektur untuk Anak dari Pohon Langit saat ini berupa:
1. Kelas Rutin (di Depok mulai Maret 2017)
2. Paket Perayaan Ulang Tahun Anak (Lokasi sesuai keinginan orangtua di wilayah JABODETABEK)
3. Paket Ekstrakurikuler Sekolah (bekerjasama dengan pihak sekolah wilayah JABODETABEK)
4. Paket Khusus (dilaksanakan pada waktu khusus sesuai permintaan anak dan orangtua)
5. Paket Acara (dilaksanakan pada acara tertentu misalnya untuk Kids Corner suatu acara Family Gathering).
Bila teman-teman berminat mengetahui dan mengikuti kelas Arsitektur untuk Anak, anda dapat mengirimkan email ke
tanya.pohonlangit@gmail.com atau mengirimkan pesan di Whatsapp ke nomor saya 08561031822.
Semoga berkenan dan bermanfaat bagi kita semua.
Salam,
Wanda Soepandji S.Ars., M.Ars.
~~~
Tanya Jawab
1. Sejak umur berapa anak mulai diperkenalkan dengan orang yang berkecimpung atau berkarier dalam bidang yg dia suka?
(Emillia, mataram, RMA 6, Al baraka, 28 bulan)
Jawab
1. Terima kasih atas pertanyaannya mbak Emillia dari Mataram. Menurut saya anak bisa diperkenalkan dengan orang yang berkecimpung dalam bidang yang ia suka kapan saja, tidak tergantung umur. Karena kita tidak akan pernah tau peristiwa apa yang akan menjadi percikan luar biasa baginya. Jadi sedini mungkin bila sudah kelihatan ia suka terhadap sesuatu, paparkan lebih sering dengan apa yang ia suka, hingga satu titik kita akan tahu ia akan terus suka atau beralih ke minat yang lain. Contohnya anak saya suka pada wayang kulit pada usia 2 tahun 3 bulan. Kemudian sering kami ajak nonton wayang kulit tengah malam dan melihat pekerjaan dalang, terus begitu sampai usia 3 tahun 10 bulan, hingga akhirnya ia terpercik dengan pemadam kebakaran. Sejak itu kami temukan langsung dengan pemadam kebakaran, dan seterusnya. Gunakan sebanyak apapun kesempatan untuk memaparkan hal-hal yang positif pada anak, dan tidak perlu terpaku pada disukai atau tidak disukai, meski porsi yang disukai bisa saja lebih sering dan lebih menyenangkan baginya. Selamat bertualang mbak Emillia. ✅
2. Bolehkah dijelaskan lagi tentang pengenalan arsitektur ini sesuai tahapan usianya, dan apa saja aktifitasnya?
(Winda, Bogor, RMA 6, Imran 4th 11bln)
Jawab
2. Halo mbak Winda di Bogor, terima kasih atas pertanyaanya. Arsitektur untuk anak sebenarnya dibagi berdasarkan kegiatannya atau aktivitasnya. Kegiatan penting yang pertama adalah penjelajahan. Pada kegiatan penjelajahan anak akan melakukan eksplorasi atau penjelajahan terhadap unsur-unsur yang berhubungan dengan arsitektur terutama ruang. Unsur unsur tersebut misalnya warna, ukuran (dimensi), bentuk, material, konstruksi dasar, jenis sketsa, gambar dan sebagainya yang mendukung konsep firmitas (kekuatan), utilitas (kegunaan) dan venustas (keindahan). Kegiatan penjelajahan ini sebenarnya wajib dilakukan oleh siapapun yang ingin memperdalam Arsitektur. Sedangkan Kegiatan Perancangan merupakan tahap selanjutnya dari penjelajahan terhadap unsur-unsur dasar arsitektur. Pada kegiatan ini anak sudah mulai berpikir bagaimana merancang sesuatu yang baru berdasarkan suatu perencanaan yang dipikirkan secara matang dan tercatat. ✅
3. Assalamu'alaikum Mb Wanda
Excited banget materi hari ini apalagi tentang Pohon Langit π menunggu kehadirannya di Jogja
Bagaimana stimulus awal arsitektur untuk anak laki-laki usia 2 tahun?
(Ana_Jogja_2th_RMA 2)
Bagaimana kah stimulasi paling dasar untuk anak usia dini (balita) terkait imajinasi bangun ruang?
( Yuli/3y7m/AU/RMA2)
Jawab
3. Halo mbak Ana di Jogja dan Mbak Yuli ππ» Senang kalau kami bisa berkunjung ke kota kota di seluruh Indonesia, selain memperdalam ilmu keruangan di Indonesia juga bisa mendapat hawa semangat belajar dari teman-teman semua. Untuk stimulasi anak selalu perhatikan perkembangan kejiwaab, fisik dan intelektual anak, berapa pun usianya. Lakukan dari yang paling mudah lalu ke jenjang yang lebih sulit secara bertahap, tidak perlu buru-buru. Contohnya dalam memperkenalkan dunia arsitektur, gunakan acuan 3 poin penting dalam arsitektur firmitas (kekuatan), utilitas (kegunaan) dan venustas (keindahan). Untuk firmitas bisa bermain susun balok kayu atau lego ukuran besar (seperti duplo), ajak anak memikirkan bagaimana agar susunannya tidak terjatuh. Untuk mengenalkan konsep utilitas, dapat bermain di rumah bersama anak, ajak menyusun furnitur di kamar, di ruang makan, atau di dapur, hal ini akan melatih daya logika anak untuk memikirkan kebutuhan dalam ruang, perhatikan daya pikir anak balita mereka dapat diajak berdiskusi dan hasilnya bisa luar biasa. Untuk mengenalkan konsep venustas ajak anak untuk bermain komposisi bisa di kertas dengan kertas warna dan berbagai bentuk atau bisa juga langsung dengan mengatur posisi bantal di sofa, posisi frame foto di dinding, posisi pajangan dalam lemari, posisi piring dan gelas di dapur dengan tujuan agar semua dapat menjadi lebih indah. Bila kita sebagai orangtua merasa asyik dengan kegiatan ini maka dengan sendirinya balita juga akan tertarik dan ingin ikut ambil andil ✅
4. Bagaimana mengenal bakat anak? Sepertinya anak saya flat2 saja, tidak menonjol sekali dalam suatu bidang.
Dan bagaimana menstimulasi ragam kecerdasan anak dirumah?
(Dwi setyani, Depok, Fatih (4y), RMA5)
Jawab
4. Halo mbak Dwi Setyani, kita sama sama tinggal di Depok ya π. Terima kasih pertanyaannya. Sebenarnya saya bukan psikolog mbak, dan tidak bisa memberikan jawaban secara ilmiah. Tetapi dari beberapa buku yang saya baca mungkin bisa memberi pandangan yang berarti. Buku buku tersebut adalah Apa itu Homeschooling (Sumardiono), Cinta yang Berpikir (Ellen Kristi), Bakat Bukan Takdir (Bukik Setiawan - Andre Firdaus), The Life-Changing Magic of Tidying Up (Marie Kondo) dan buku buku dari ayah Edy. Melalui buku-buku tersebut menginspirasi saya bahwa bakat itu harus ditumbuhkan dari benih potensi yang sudah ada. Jadi kalau tidak ditumbuhkan, ia akan tetap tertimbun rapi dalam diri seseorang, tanpa disadari. Untuk menumbuhkannya perlu ada pemaparan berbagai jenis kegiatan. Mbak dapat menjadikan teori dalam kecerdasan majemuk sebagai salah satu cara untuk memaparkan kegiatan pada anak. Perhatikan binar mata pada anak. Perhatikan kegiatan apa yang paling ia sukai. Belum tentu anak kita suka melukis, belum tentu ia suka memeriksa orang, belum tentu ia suka menyanyi tapi ia berbakat menjadi youtuber atau sutradara film. Banyak hal yang kita tidak ketahui karena kita belum mencari tau secara intensif dan detail. Kita berjuang bersama yang mbak, perjalanan masih panjang, semoga saat anak berusia 14 tahun ia sudah yakin apa yang menjadi bakatnya π
Untuk menstimulasi ragam kecerdasan anak di rumah mbak dapat menjadikan buku Bakat Bukan Takdir sebagai salah satu acuan. Atau dengan panduan dari internet yang membahas kegiatan untuk ragam kecerdasan majemuk Howard Gardner (sekarang sudah banyak sekali dipaparkan). ✅
5. Saya sangat tertarik dengan pembahasan arsitektur untuk anak, (maklum cita-cita kesampean π ) saya baca di materi, ada kelas perencanaan dan kelas perancangan yang disediakan oleh pohon langit, bagaimana kategori usia dan kegiatan nya apa langsung dengan media nyata seperti papan gambar dengan mistar dan juga alat gambarnya? Terimakasih. (Bundarana/43m/RMA7)
Jawab
Terima kasih pertanyaannya BundaRana. Jadi Program Arsitektur Untuk Anak ada 2 bagian besar yaitu Kelas Penjelajahan dan Kelas Perancangan. Kelas Penjelajahan sebenarnya dapat diikuti mulai usia 2 - 14 tahun. Tapi untuk perkenalan saat ini kami utamakan usia 3-8 tahun agar rentang kerjasama lintas usia tidak terlalu besar dan disesuaikan dengan kondisi perkembangan fisik anak balita. Sedangkan untuk Kelas Perancangan kami rancang untuk anak usia 6 sampai 14 tahun meskipun melalui beberapa percobaan ada anak usia 4 dan 5 tahun yang sudah bisa aktif mengikuti. Kegiatan awal belum menggunakan papan gambar, mistar dan alat gambar, tetapi memperkenalkan anak dengan instrumen dasar yang mudah dipelajari oleh anak yaitu dengan model tiga dimensi yang hasilnya dapat dinikmati langsung oleh anak. Misalnya model maket kamar, atau tenda skala 1:1 yang dapat dimasuki oleh anak anak. Untuk kelas rutin kami rancang menuju pada keahlian anak membuat perencanaan, sketsa dan kelak gambar arsitektur di media komputer. ✅
6. Assalamu'alaikum Mb Wanda...luar biasa hebat, salut dg apa yg jd concern Mb Wanda berkaitan dg dunia arsitektur, terutama arsitektur utk anak. Mata sy jd terbuka lebar π
Bolehkah diberi contoh kegiatan real apa saja yg bisa menstimulus anak terkait dunia arsitektur yg bisa dilakukan sehari-hari di rumah ya Mb? Kebetulan sy domisili luar jabodetabek, jd kesulitan utk bisa join di program kegiatan pohon langit. Kalau boleh, mohon share informasi referensi yg bisa kami pelajari utk bahan belajar stimulus aristektur utk anak. Terima kasih banyak Mb Wanda yg luar biasa. Salam.
(Rofika, Farouq-4,5t/RMA1&3)
Jawab
Waalaikumsalam Mbak Rofika, terima kasih atas pertanyaannya. Stimulasi yang terkait dunia arsitektur di rumah ada banyak mbak, misal ajak anak berdiskusi saat mau membeli sprei ajak anak memilih motif mana yang menurutnya cocok untuk di kamar, ajak anak menyusun tikar/karpet atau kursi saat tamu akan datang (ceritakan berapa jumlah tamu yang akan datang, bagaimana kondisi ruang di rumah), ajak anak membantu menata posisi pot tanaman. Selain itu juga bisa membuat seuatu yang dapat dinikmati oleh anak misalnya membuat maket kamar idamannya, membuat model jembatan yang kuat menurutnya dan sebagainya. Saya yakin dengan sedikit contoh di atas, bunda pasti banyak ide kreatif saat memikirkan hal ini. Selain mengajak anak ikut berperan, ajak juga untuk berdiskusi kelebihan dan kekurangan dari pilihan pilihan yang dibuat, bagaimana dampaknya bagi suasana ruang dan kegiatan yang dilakukan dalam ruang tersebut. Untuk referensi kegiatan arsitektur untuk anak saya belum punya list buku yang dapat kita pelajari, doakan semoga Pohon Langit bisa membuat buku untuk memperkaya ruang ilmu anak Indonesia seperti mbak Julia Sarah dengan Buku Rumah Main Anak nya yang sangat bermanfaat bagi banyak keluarga. Sementara itu yang dapat saya sampaikan Semoga dapat memberi gambaran nyata. ✅
7. Bagaimana caranya dan sejak kapan orangtua dapat mengetahui anaknya memiliki minat dan terutama bakat di bidang arsitektur? Misal untuk anak usia 4 th bagaimana cara untuk melihat dan mengetahuinya dan bagaimana cara2 sederhana untuk mengembangkan bakat dan minat arsitekturnya? πππΌ
(Aisy, 4 th, Semarang, RMA1)
Jawab
Terima kasih atas pertanyaannya mbak Aisy di Semarang. Sejak usia 6 bulan anak sudah bisa diberi banyak stimulasi dengan obrolan, nyanyian, cerita dan diberikan mainan-mainan sesuai usianya. Usia ini dapat diberikan mainan seperti stack and roll cups. Mainan ini sesuai usia anak anak selain belajar menggenggam juga belajar mengenali warna, bentuk dan menyusun. Mainan Stack and roll cups juga tahan banting untuk anak usia 6 bulan sampai 18 bulan. Usia 18 bulan anak bisa diperkenalkan pada lego duplo (atau permainan balok susun untuk anak mulai usia 18 bulan: selalu perhatikan usia anak dalam bungkus permainan). Saat usia 4 tahun, kenalkan pada konsep ukuran misalnya lebar pintu kamarnya adalah 6 jengkal tangannya, tinggi rumahnya adalah 10 kali tingginya, lalu kenalkan konsep besar kecil, misal: luas kamar mandi lebih kecil daripada luas ruang tamu dan sebagainya. Kemudian ajak membuat karya yang berkaitan dengan arsitektur misalnya dengan menyusun kardus kardus bekas menjadi ruang bermain, menggambar rumahnya, menggambar rumah idamannya, gunakan sekitar kita sebagai ruang jelajahnya. Perhatikan binar bahagia di matanya, apakah potensi keruangannya tumbuh menjadi bakat? Bunda akan menyaksikannya secara langsungπ. ✅
Closing Statement:
Mendidik anak sama dengan mendidik diri sendiri (Raising our Children, Raising Ourselves: Naomi Aldort). Kita ingin anak kita menjadi anak yang berani dan mulia, jadilah pribadi yang jujur. Kita ingin anak-anak kita percaya diri dengan dirinya, maka jadilah contoh pribadi yang menerima keadaan tanpa enggan bekerja. Kita ingin anak kita tercapai cita-citanya, maka jadilah contoh pribadi yang sabar berkarya. Kita bisa mengetahui apa yang dirasakan anak-anak jika kita mampu mengingat apa yang kita butuhkan saat menjadi anak-anak, karena itu ketika menjadi dewasa dan ingin membantu anak anak janganlah melupakan cara kanak-kanak (terinspirasi dari R. Soenarto Mertowardojo dan Antoine de Saint-ExupΓ©ry). Kita semua bisa melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita. Anak-anak kita adalah masa depan bangsa Indonesia, anak-anak yang kaya akan keahlian, luhur budinya, luhur derajatnya serta mulia hidupnya. Anak-anak kita kelak membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan harum di seluruh dunia. ππ»
~~~
Contact us:
IG: @rumahmainanak
FP FB: Rumah Main Anak
Blog: www.rumahmainanak.com
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Wednesday, February 15, 2017
Wednesday, January 25, 2017
Kuliah di Whatsapp Group Arsitek Peradaban
π Resume Kulwap Grup Arsitek Peradaban
π Rabu, 25 Januari 2017
Peresume: Ovi Sofiah dan Fenny Agria Meidian
π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»
Profil Narasumber Kulwap Grup Arsitek Peradaban
π±πΌ♀Wanda Soepandji S.Ars., M.Ars
Ibu dari Jco (4 tahun 11 bulan) dan praktisi homeschooling (pendidikan rumah berbasis keluarga).
π‘Lahir: Paris, 21 September 1984
πRiwayat Pendidikan:
SD Permata Bunda Depok
SMP Desa Putera Jagakarsa
SMA Negeri 1 Depok
S1 Arsitektur - Universitas Indonesia
S2 Perancangan Kota - Universitas Indonesia
πRiwayat Pekerjaan:
1. Village Planner - UN-HABITAT - Banda Aceh
2. Village Planner - World Bank - Banda Aceh
3. Village Planner - LOGICA AUS-AID - Banda Aceh
4. Photographer - Cultural Research - Jerman dan Belanda
5. Planner - PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko - Jakarta
6. Fasilitator Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia - Depok
7. Kepala Divisi Perancangan dan Konstruksi - Krisna Strategic Policy Firm - Jakarta
8. Fasilitator Pohon Langit - Depok
π±Kontak:
FB Wanda Soepandji
Ig wandaws
Twitter wandaws
email wandaws@gmail.com
πMATERIπ
π ARSITEKTUR UNTUK ANAK π
Eksplorasi dan Stimulasi Ragam Kecerdasan Majemuk
Anak-anak memerlukan beragam stimulasi kecerdasan majemuk mulai dari kecerdasan aksara, kecerdasan logika, kecerdasan musik, kecerdasan tubuh, kecerdasan alam, kecerdasan diri, kecerdasan relasi dan kecerdasan imaji. Stimulasi beragam kecerdasan selain menumbuhkan rasa percaya diri pada anak juga menumbuhkan benih potensi pada dirinya yang kelak dapat menjadi modal penentuan apa yang akan ia lakukan dalam hidupnya.
Usia 0-14 adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan dan memaparkan berbagai stimulasi kecerdasan majemuk pada anak. Stimulasi ini dapat dilakukan sendiri oleh anak dengan pendampingan orangtua, atau dilakukan bersama orang yang berkarier dengan menekuni salah satu kecerdasan majemuknya, sehingga anak-anak dapat merasakan bersentuhan langsung dengan orang yang telah berkarya nyata dari hasil menumbuhkan kecerdasan majemuknya.
Contohnya: anak yang gemar memasak dapat belajar langsung dari koki sebuah catering, anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap mobil dapat belajar langsung dari petugas montir di bengkel, dan anak yang gemar bermain wayang dapat belajar langsung dari seorang dalang.
π³ Pohon Langit π³
Pohon langit bekerja untuk membantu anak dan orangtua mengoptimalkan stimulasi ragam kecerdasan majemuk anak, agar anak dapat menumbuhkan potensi dalam dirinya sehingga kelak berbakat pada bidang yang diminatinya. Program Perdana dari Pohon Langit adalah peluncuran kelas Arsitektur untuk Anak.
π·π» Arsitektur Untuk Anak π·π½♀
Mengapa arsitektur? Karena setiap manusia hidup tidak lepas dari ruang tempatnya berada. Suasana hati/emosi, gerak dan kegiatan seseorang sangat berpengaruh dan juga dipengaruhi oleh ruangnya. Banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan kamarnya, tidak memiliki ide untuk menata rumahnya, tidak dapat berimajinasi bagaimana ruang yang nyaman di dalam kapal atau pesawat, tidak berani menggali ide dan harapan terhadap ruang impiannya, mengapa? Karena ketika usia dini kecerdasan majemuknya yang berkaitan dengan ruang dan lingkungannya belum terstimulasi secara optimal.
Arsitektur untuk anak merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi ragam kecerdasan dan menumbuhkan potensi dalam diri anak sehingga dapat tumbuh dengan optimal, karena kami mendampingi anak anak untuk melakukan:
1. Stimulasi kecerdasan imaji (berkaitan dengan ruang)
2. Stimulasi kecerdasan logika (berkaitan dengan pengelolaan hubungan antar kejadian)
3. Stimulasi kecerdasan diri (berkaitan dengan pengelolaan emosi, ide, harapan dan motivasi)
4. Stimulasi kecerdasan relasi (berkaitan pengendalian diri ketika berhadapan dengan orang lain)
5. Eksplorasi manusia dan unsur tubuhnya berhubungan dengan ruang
6. Eksplorasi ruang dan komponennya
7. Eksplorasi lingkung alam (merasakan dan menghayati keberadaanya di alam)
8. Eksplorasi lingkung bangun (mengenal dan mengetahui sejarahnya)
9. Mengenal ragam profesi arsitek
10. Mengenal ragam kegiatan profesi arsitek
11. Merasakan bekerja menjadi arsitek amatir
12. Merasakan bekerja sama dalam lintas usia
Kegiatan utama kelas Arsitektur untuk anak terdiri dari:
1. Kelas eksplorasi pengetahuan dasar arsitektur seperti warna, titik garis bidang, ruang 3 dimensi, dimensi (ukuran tubuh dan ruang), material, dan signage (papan petunjuk arah).
2. Kelas perancangan arsitektur, seperti merancang kamar, tenda, rumah, balai warga, jembatan, gedung pencakar langit, desa dan kota.
Pelayanan Arsitektur untuk Anak dari Pohon Langit:
1. Kelas rutin di Depok
2. Paket perayaan ulang tahun anak (lokasi sesuai keinginan klien wilayah JABODETABEK)
3. Paket ekstrakurikuler sekolah (bekerjasama dengan pihak sekolah wilayah JABODETABEK)
Bila anda berminat mengetahui dan mengikuti kelas arsitektur untuk anak, anda dapat mengirimkan email ke
tanya.pohonlangit@gmail.com
Salam,
π±πΌ♀ Wanda Soepandji S.Ars., M.Ars.
π Question & Answer
1⃣Selamat siang mba.
Bagaimana contoh ril nya cara menstimulus kecerdasan anak pada usia 1 thn?
Mala_Tangerang
1⃣ Terima kasih pertanyaannya mbak Mala. Stimulus kecerdasan anak usia 1 tahun berdasarkan ragam kecerdasan majemuk banyak sekali, dan yang dapat memberikan stimulus terbaik adalah orangtuanya sendiri. Contohnya: Stimulus kecerdasan bahasa, setiap mengenakan pakaian ke anak, anak diajak bicara. Maka lambat laun anak terasah kecerdasan bahasanya. Stimulus kecerdasan alam, setiap pagi anak diajak berjalan di atas rumput sambil menikmati matahari pagi. Untuk kecerdasan imaji anak bisa diajak untuk mengenali berbagai jenis bentuk dan warna di sekitar kita misalnya " Nak, bola ini bundar, warnanya merah, kita simpan di dalam kardus yang berbentuk kotak ini ya". Maka anak dapat mengenal dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya. Pada saat usia 18bulan ia akan cerdas mengenali lingkungannya karena stimulasi stimulasi tersebut.
2⃣Mba Wanda, kalau menstimulasi dan mengembangkan kecerdasan diri dan kecerdasan relasi pada anak yg cenderung jago kandang bagaimana ya mba?
Neny_bekasi
2. Terima kasih Mbak Neny. Untuk Kecerdasan diri stimulasinya antara lain dengan mengajak anak untuk bermain peran, memberi pendapat, membuat buku harian, membuat daftar apa yang harus dilakukan, membuat daftar prioritas, membuat perencanaan, membuat target, menceritakan tentang diri, memikirkan sesuatu, mendeskripsikan diri, menganalisis diri, mengatur diri, mengumpulkan bukti tentang diri (kekuatan, perkembangan, target), menilai diri. Untuk stimulasi kecerdasan relasi anak bisa diajak untuk aktif dalam bekerja kelompok, bermain bersama, berdiskusi, berinteraksi, berkolaborasi, bermain dalam kelompok, bernegosiasi, melakukan penelitian bersama, melakukan survey, melakukan wawancara, tampil di depan umum, menolong orang lain. ✅
3⃣Kegiatan apa yg bisa dilakukan bersama anak dalam mengenalkan bidang arsitektur untuk anak usia kurang dari 4th.
Tipikal anak saya yg 3thn tidak suka di dikte dan suka berimajinasi ttg barang di sekililing
Heryun_Banjarbaru Kalsel, Zulfa_Cairo
3. Mbak Heryun di Banjarbaru-Kalsel dan Mbak Zulfa di Cairo terima kasih pertanyaannya. Untuk anak di bawah 4 tahun bisa dimulai dari rumah, contohnya mengajak anak untuk bersama sama memikirkan posisi peletakkan tempat tidur dan lemari pakaian di kamarnya, meja dan kursi makan di ruang makan atau posisi sofa dan meja di ruang tamu. Ajak anak untuk mengamati aliran udara di dalam rumah, apakah yang terjadi kalau semua jendela dan pintu dibuka, dan apa yang akan terjadi kalau semua jendela dan pintu ditutup. Ajak anak untuk melihat bagian bagian rumah atau gedung dari luar, apa yang menarik baginya dan apa yang paling disukainya. Stimulasi ini dapat dilakukan seiring dengan kegiatan anak dan orangtua sehari-hari tidak harus menyediakan waktu khusus. Bagi anak 3 tahun yang tidak suka didikte dan suka berimajinasi menurut saya itu adalah hal yang sangat wajar, dan justru menunjukkan anak tersebut memiliki potensi kreativitas yang baik. Berikan waktu dan ruang yang banyak baginya untuk eksplorasi imajinasinya, dampingi dan menyelam bersamanya, maka kita akan menemukan banyak hal yang menyenangkan dan tidak menutup kemungkinan menghasilkan karya-karya anak dan orangtua yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. ✅
4⃣Ka kalau anak 6bulan dengan kakak yg usia 3th dapat bermain ttg arsitektur bersama kah? Mengingat perbandingan umurnya yg lumayan berjarak
4. Untuk kakak adik dengan beda usia tetap bisa bermain bersama, tetapi orangtua juga perlu menyadari bahwa perkembangan fisiologis anak pada usia yang berbeda tentu juga berbeda. Contohnya, usia 6 bulan adalah usia awal (dalam hitungan hari atau bulan) ia baru bisa memegang sesuatu. Sedangkan usia 3 tahun sudah banyak pencapaiannya misal sudah bisa melempar, bisa berlari, bisa melompat, bicara dan sebagainya. Maka saat anak diajak untuk bermain dalam satu jenis permainan yang sama, maka sesuaikan dengan perkembangan anak. Contoh, kakak diajak untuk menggunting kertas untuk membuat jalanan, mewarnai karton kotak bentuk bangunan. Sedankan sang adik yang baru berusia 6 tahun dapat diajak untuk mencoba menumpuk balok dari kardus kaku supaya menyerupai bangunan. Kegiatan mereka dilakukan di atas bidang alas yang sama. Sehingga orangtua dapat mendampingi keduanya sekaligus. ✅
5⃣ Jadi arsitek itu bisa dibilang semacam planning atau pengarahan gitu bukan ya mbak? jadi si kecerdasan majemuk itu muncul sendiri atau di arahkan baru muncul ya?
- Maaf yang terakhir lebih ke curcorl ya mbak, Jadi saya kan ada niatan HS ke anak saya tapi masih kurang dukungan, jadi kadang saya belum konsisten dan agak ragu sekaligus saya masih bingung untuk penerapan HS ini.....apakah ada kurikulum khusus yang bisa saya adopt untuk penerapan HS sesuai usia anak ya mbak....
Awwal_Cipondoh
5. Terima kasih atas pertanyaannya mbak Awwal di Cipondoh. Arsitektur itu sederhananya hasil dari perencanaan dan perancangan yang dipikirkan secara matang oleh seorang Arsitek. Kecerdasan Majemuk itu sesungguhnya muncul bila distimulasi dan terus dikembangkan. Bila tidak dikembangkan maka ia hanya menjadi potensi saja. Bila mbak ingin menerapkan Homeschooling sebaiknya membaca dulu Buku "Apa itu Homeschooling" - Sumardiono, Buku "Cinta yang Berpikir" - Ellen Kristi dan "Belajar Sepanjang Waktu" - John Holt, serta bisa melihat web www.rumahinspirasi.com. Untuk kurikulum ada banyak sekali, bisa memilih kurikulum nasional, atau luar negeri. Dapat diambil sesuai kebutuhan dan kemampuan anak maupun keluarga. ✅
6⃣hai ka Wanda...saya tertarik dengan kegiatan Arsitektur untuk Anak, kelas rutin di Depok itu diadakan setiap apa mba? Untuk Anak usia brp? Bebas memilih kelas atau ada ketentuannya terkait usia kah?
Fenny_Bintaro
6. Hai mbak Fenny di Bintaro. Kelas Rutin diadakan untuk anak usia 4-14 tahun. Bila usia di bawah 4 tahun ingin ikut boleh saja, tetapi harus ditemani ibunya. Bebas memilih kelas. Untuk Kelas Rutin akan kami infokan lebih lanjut. Dalam waktu dekat kami mengadakan 4 sesi promo tanggal 2 Februari (sesi 1 dan 2) dan tanggal 7 Februari (sesi 3 dan 4). Namun saat ini yang masih ada tempat untuk sesi 1 dan 2 yaitu kelas mengenal warna dan merancang kamar. Sedangkan sesi 3 dan 4 tentang mengenal titik, garis, bidang dan merancang tenda sudah penuh. ✅
7⃣Selamat siang mb Wanda, apakah kecerdasan majemuk itu bersifat konsisten sampai anak dewasa? Karena anak saya 3th tertarik dg dunia arsitektur. Adakah dokumentasi pohon langit tentang kegiatan Arsitektur untuk Anak? *kelas di depok dan yg ultah, Terima kasih
Fairus_Gorontalo
7. Selamat siang mbak Fairus, setiap orang mungkin saja tidak hanya memiliki satu kecerdasan majemuk, tapi dapat memiliki tiga atau lebih dari kecerdasan majemuk. Misalnya anak memiliki ketertarikan apada dunia arsitektur, berikan stimulasi dan biarkan dia eksplorasi terus pada ketertarikannya hingga ia semakin suka atau bosan. Bila ia tiba tiba bosan, orangtua tidak perlu khawatir, karena artinya ia butuh eksplorasi kecerdasan majemuk lainnya. Bila seorang anak sudah ahli pada salah satu kecerdasan majemuk, berikan tantangan untuk melakukan stimulasi kecerdasan majemuk yang lainnya. Mengenai dokumentasi, akan saya kirimkan foto kegiatan pohon langit bersama anak saat ada acara family gathering sebuah kantor. ✅
π Closing Statement
Buka wawasan kita dengan banyak membaca dan bertanya, dampingi anak-anak kita dengan kasih sayang, temani mereka menjelajah dunia. ππ»
π Rabu, 25 Januari 2017
Peresume: Ovi Sofiah dan Fenny Agria Meidian
π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»π·π½♀π·π»
Profil Narasumber Kulwap Grup Arsitek Peradaban
π±πΌ♀Wanda Soepandji S.Ars., M.Ars
Ibu dari Jco (4 tahun 11 bulan) dan praktisi homeschooling (pendidikan rumah berbasis keluarga).
π‘Lahir: Paris, 21 September 1984
πRiwayat Pendidikan:
SD Permata Bunda Depok
SMP Desa Putera Jagakarsa
SMA Negeri 1 Depok
S1 Arsitektur - Universitas Indonesia
S2 Perancangan Kota - Universitas Indonesia
πRiwayat Pekerjaan:
1. Village Planner - UN-HABITAT - Banda Aceh
2. Village Planner - World Bank - Banda Aceh
3. Village Planner - LOGICA AUS-AID - Banda Aceh
4. Photographer - Cultural Research - Jerman dan Belanda
5. Planner - PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko - Jakarta
6. Fasilitator Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia - Depok
7. Kepala Divisi Perancangan dan Konstruksi - Krisna Strategic Policy Firm - Jakarta
8. Fasilitator Pohon Langit - Depok
π±Kontak:
FB Wanda Soepandji
Ig wandaws
Twitter wandaws
email wandaws@gmail.com
πMATERIπ
π ARSITEKTUR UNTUK ANAK π
Eksplorasi dan Stimulasi Ragam Kecerdasan Majemuk
Anak-anak memerlukan beragam stimulasi kecerdasan majemuk mulai dari kecerdasan aksara, kecerdasan logika, kecerdasan musik, kecerdasan tubuh, kecerdasan alam, kecerdasan diri, kecerdasan relasi dan kecerdasan imaji. Stimulasi beragam kecerdasan selain menumbuhkan rasa percaya diri pada anak juga menumbuhkan benih potensi pada dirinya yang kelak dapat menjadi modal penentuan apa yang akan ia lakukan dalam hidupnya.
Usia 0-14 adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan dan memaparkan berbagai stimulasi kecerdasan majemuk pada anak. Stimulasi ini dapat dilakukan sendiri oleh anak dengan pendampingan orangtua, atau dilakukan bersama orang yang berkarier dengan menekuni salah satu kecerdasan majemuknya, sehingga anak-anak dapat merasakan bersentuhan langsung dengan orang yang telah berkarya nyata dari hasil menumbuhkan kecerdasan majemuknya.
Contohnya: anak yang gemar memasak dapat belajar langsung dari koki sebuah catering, anak yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap mobil dapat belajar langsung dari petugas montir di bengkel, dan anak yang gemar bermain wayang dapat belajar langsung dari seorang dalang.
π³ Pohon Langit π³
Pohon langit bekerja untuk membantu anak dan orangtua mengoptimalkan stimulasi ragam kecerdasan majemuk anak, agar anak dapat menumbuhkan potensi dalam dirinya sehingga kelak berbakat pada bidang yang diminatinya. Program Perdana dari Pohon Langit adalah peluncuran kelas Arsitektur untuk Anak.
π·π» Arsitektur Untuk Anak π·π½♀
Mengapa arsitektur? Karena setiap manusia hidup tidak lepas dari ruang tempatnya berada. Suasana hati/emosi, gerak dan kegiatan seseorang sangat berpengaruh dan juga dipengaruhi oleh ruangnya. Banyak orang yang merasa tidak nyaman dengan kamarnya, tidak memiliki ide untuk menata rumahnya, tidak dapat berimajinasi bagaimana ruang yang nyaman di dalam kapal atau pesawat, tidak berani menggali ide dan harapan terhadap ruang impiannya, mengapa? Karena ketika usia dini kecerdasan majemuknya yang berkaitan dengan ruang dan lingkungannya belum terstimulasi secara optimal.
Arsitektur untuk anak merupakan salah satu kegiatan untuk menstimulasi ragam kecerdasan dan menumbuhkan potensi dalam diri anak sehingga dapat tumbuh dengan optimal, karena kami mendampingi anak anak untuk melakukan:
1. Stimulasi kecerdasan imaji (berkaitan dengan ruang)
2. Stimulasi kecerdasan logika (berkaitan dengan pengelolaan hubungan antar kejadian)
3. Stimulasi kecerdasan diri (berkaitan dengan pengelolaan emosi, ide, harapan dan motivasi)
4. Stimulasi kecerdasan relasi (berkaitan pengendalian diri ketika berhadapan dengan orang lain)
5. Eksplorasi manusia dan unsur tubuhnya berhubungan dengan ruang
6. Eksplorasi ruang dan komponennya
7. Eksplorasi lingkung alam (merasakan dan menghayati keberadaanya di alam)
8. Eksplorasi lingkung bangun (mengenal dan mengetahui sejarahnya)
9. Mengenal ragam profesi arsitek
10. Mengenal ragam kegiatan profesi arsitek
11. Merasakan bekerja menjadi arsitek amatir
12. Merasakan bekerja sama dalam lintas usia
Kegiatan utama kelas Arsitektur untuk anak terdiri dari:
1. Kelas eksplorasi pengetahuan dasar arsitektur seperti warna, titik garis bidang, ruang 3 dimensi, dimensi (ukuran tubuh dan ruang), material, dan signage (papan petunjuk arah).
2. Kelas perancangan arsitektur, seperti merancang kamar, tenda, rumah, balai warga, jembatan, gedung pencakar langit, desa dan kota.
Pelayanan Arsitektur untuk Anak dari Pohon Langit:
1. Kelas rutin di Depok
2. Paket perayaan ulang tahun anak (lokasi sesuai keinginan klien wilayah JABODETABEK)
3. Paket ekstrakurikuler sekolah (bekerjasama dengan pihak sekolah wilayah JABODETABEK)
Bila anda berminat mengetahui dan mengikuti kelas arsitektur untuk anak, anda dapat mengirimkan email ke
tanya.pohonlangit@gmail.com
Salam,
π±πΌ♀ Wanda Soepandji S.Ars., M.Ars.
π Question & Answer
1⃣Selamat siang mba.
Bagaimana contoh ril nya cara menstimulus kecerdasan anak pada usia 1 thn?
Mala_Tangerang
1⃣ Terima kasih pertanyaannya mbak Mala. Stimulus kecerdasan anak usia 1 tahun berdasarkan ragam kecerdasan majemuk banyak sekali, dan yang dapat memberikan stimulus terbaik adalah orangtuanya sendiri. Contohnya: Stimulus kecerdasan bahasa, setiap mengenakan pakaian ke anak, anak diajak bicara. Maka lambat laun anak terasah kecerdasan bahasanya. Stimulus kecerdasan alam, setiap pagi anak diajak berjalan di atas rumput sambil menikmati matahari pagi. Untuk kecerdasan imaji anak bisa diajak untuk mengenali berbagai jenis bentuk dan warna di sekitar kita misalnya " Nak, bola ini bundar, warnanya merah, kita simpan di dalam kardus yang berbentuk kotak ini ya". Maka anak dapat mengenal dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya. Pada saat usia 18bulan ia akan cerdas mengenali lingkungannya karena stimulasi stimulasi tersebut.
2⃣Mba Wanda, kalau menstimulasi dan mengembangkan kecerdasan diri dan kecerdasan relasi pada anak yg cenderung jago kandang bagaimana ya mba?
Neny_bekasi
2. Terima kasih Mbak Neny. Untuk Kecerdasan diri stimulasinya antara lain dengan mengajak anak untuk bermain peran, memberi pendapat, membuat buku harian, membuat daftar apa yang harus dilakukan, membuat daftar prioritas, membuat perencanaan, membuat target, menceritakan tentang diri, memikirkan sesuatu, mendeskripsikan diri, menganalisis diri, mengatur diri, mengumpulkan bukti tentang diri (kekuatan, perkembangan, target), menilai diri. Untuk stimulasi kecerdasan relasi anak bisa diajak untuk aktif dalam bekerja kelompok, bermain bersama, berdiskusi, berinteraksi, berkolaborasi, bermain dalam kelompok, bernegosiasi, melakukan penelitian bersama, melakukan survey, melakukan wawancara, tampil di depan umum, menolong orang lain. ✅
3⃣Kegiatan apa yg bisa dilakukan bersama anak dalam mengenalkan bidang arsitektur untuk anak usia kurang dari 4th.
Tipikal anak saya yg 3thn tidak suka di dikte dan suka berimajinasi ttg barang di sekililing
Heryun_Banjarbaru Kalsel, Zulfa_Cairo
3. Mbak Heryun di Banjarbaru-Kalsel dan Mbak Zulfa di Cairo terima kasih pertanyaannya. Untuk anak di bawah 4 tahun bisa dimulai dari rumah, contohnya mengajak anak untuk bersama sama memikirkan posisi peletakkan tempat tidur dan lemari pakaian di kamarnya, meja dan kursi makan di ruang makan atau posisi sofa dan meja di ruang tamu. Ajak anak untuk mengamati aliran udara di dalam rumah, apakah yang terjadi kalau semua jendela dan pintu dibuka, dan apa yang akan terjadi kalau semua jendela dan pintu ditutup. Ajak anak untuk melihat bagian bagian rumah atau gedung dari luar, apa yang menarik baginya dan apa yang paling disukainya. Stimulasi ini dapat dilakukan seiring dengan kegiatan anak dan orangtua sehari-hari tidak harus menyediakan waktu khusus. Bagi anak 3 tahun yang tidak suka didikte dan suka berimajinasi menurut saya itu adalah hal yang sangat wajar, dan justru menunjukkan anak tersebut memiliki potensi kreativitas yang baik. Berikan waktu dan ruang yang banyak baginya untuk eksplorasi imajinasinya, dampingi dan menyelam bersamanya, maka kita akan menemukan banyak hal yang menyenangkan dan tidak menutup kemungkinan menghasilkan karya-karya anak dan orangtua yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. ✅
4⃣Ka kalau anak 6bulan dengan kakak yg usia 3th dapat bermain ttg arsitektur bersama kah? Mengingat perbandingan umurnya yg lumayan berjarak
4. Untuk kakak adik dengan beda usia tetap bisa bermain bersama, tetapi orangtua juga perlu menyadari bahwa perkembangan fisiologis anak pada usia yang berbeda tentu juga berbeda. Contohnya, usia 6 bulan adalah usia awal (dalam hitungan hari atau bulan) ia baru bisa memegang sesuatu. Sedangkan usia 3 tahun sudah banyak pencapaiannya misal sudah bisa melempar, bisa berlari, bisa melompat, bicara dan sebagainya. Maka saat anak diajak untuk bermain dalam satu jenis permainan yang sama, maka sesuaikan dengan perkembangan anak. Contoh, kakak diajak untuk menggunting kertas untuk membuat jalanan, mewarnai karton kotak bentuk bangunan. Sedankan sang adik yang baru berusia 6 tahun dapat diajak untuk mencoba menumpuk balok dari kardus kaku supaya menyerupai bangunan. Kegiatan mereka dilakukan di atas bidang alas yang sama. Sehingga orangtua dapat mendampingi keduanya sekaligus. ✅
5⃣ Jadi arsitek itu bisa dibilang semacam planning atau pengarahan gitu bukan ya mbak? jadi si kecerdasan majemuk itu muncul sendiri atau di arahkan baru muncul ya?
- Maaf yang terakhir lebih ke curcorl ya mbak, Jadi saya kan ada niatan HS ke anak saya tapi masih kurang dukungan, jadi kadang saya belum konsisten dan agak ragu sekaligus saya masih bingung untuk penerapan HS ini.....apakah ada kurikulum khusus yang bisa saya adopt untuk penerapan HS sesuai usia anak ya mbak....
Awwal_Cipondoh
5. Terima kasih atas pertanyaannya mbak Awwal di Cipondoh. Arsitektur itu sederhananya hasil dari perencanaan dan perancangan yang dipikirkan secara matang oleh seorang Arsitek. Kecerdasan Majemuk itu sesungguhnya muncul bila distimulasi dan terus dikembangkan. Bila tidak dikembangkan maka ia hanya menjadi potensi saja. Bila mbak ingin menerapkan Homeschooling sebaiknya membaca dulu Buku "Apa itu Homeschooling" - Sumardiono, Buku "Cinta yang Berpikir" - Ellen Kristi dan "Belajar Sepanjang Waktu" - John Holt, serta bisa melihat web www.rumahinspirasi.com. Untuk kurikulum ada banyak sekali, bisa memilih kurikulum nasional, atau luar negeri. Dapat diambil sesuai kebutuhan dan kemampuan anak maupun keluarga. ✅
6⃣hai ka Wanda...saya tertarik dengan kegiatan Arsitektur untuk Anak, kelas rutin di Depok itu diadakan setiap apa mba? Untuk Anak usia brp? Bebas memilih kelas atau ada ketentuannya terkait usia kah?
Fenny_Bintaro
6. Hai mbak Fenny di Bintaro. Kelas Rutin diadakan untuk anak usia 4-14 tahun. Bila usia di bawah 4 tahun ingin ikut boleh saja, tetapi harus ditemani ibunya. Bebas memilih kelas. Untuk Kelas Rutin akan kami infokan lebih lanjut. Dalam waktu dekat kami mengadakan 4 sesi promo tanggal 2 Februari (sesi 1 dan 2) dan tanggal 7 Februari (sesi 3 dan 4). Namun saat ini yang masih ada tempat untuk sesi 1 dan 2 yaitu kelas mengenal warna dan merancang kamar. Sedangkan sesi 3 dan 4 tentang mengenal titik, garis, bidang dan merancang tenda sudah penuh. ✅
7⃣Selamat siang mb Wanda, apakah kecerdasan majemuk itu bersifat konsisten sampai anak dewasa? Karena anak saya 3th tertarik dg dunia arsitektur. Adakah dokumentasi pohon langit tentang kegiatan Arsitektur untuk Anak? *kelas di depok dan yg ultah, Terima kasih
Fairus_Gorontalo
7. Selamat siang mbak Fairus, setiap orang mungkin saja tidak hanya memiliki satu kecerdasan majemuk, tapi dapat memiliki tiga atau lebih dari kecerdasan majemuk. Misalnya anak memiliki ketertarikan apada dunia arsitektur, berikan stimulasi dan biarkan dia eksplorasi terus pada ketertarikannya hingga ia semakin suka atau bosan. Bila ia tiba tiba bosan, orangtua tidak perlu khawatir, karena artinya ia butuh eksplorasi kecerdasan majemuk lainnya. Bila seorang anak sudah ahli pada salah satu kecerdasan majemuk, berikan tantangan untuk melakukan stimulasi kecerdasan majemuk yang lainnya. Mengenai dokumentasi, akan saya kirimkan foto kegiatan pohon langit bersama anak saat ada acara family gathering sebuah kantor. ✅
π Closing Statement
Buka wawasan kita dengan banyak membaca dan bertanya, dampingi anak-anak kita dengan kasih sayang, temani mereka menjelajah dunia. ππ»
Sunday, November 15, 2015
Berbagi Pengalaman di Whatsapp KERLAP
Berbagi
Pengalaman di Whatsapp KERLAP
Sabtu
14 November 2015
Pukul
21.00-23.00 WIB
Moderator:
Sastriani Zoula
Notulen:
Eka Marhadiyani
Nara
sumber
Nama:
Wanda Soepandji
Usia:
31 tahun
Domisili:
Depok
Putra:
Jco (3 tahun 9 bulan)
Aktivitas:
Mendidik anak
Motto:
Mendidik anak = Mendidik diri sendiri
Pembuka:
Saya
mendengar istilah Homeschooling sejak tahun 1996-1997. Sejak itu beberapa kali saya bertemu dengan
keluarga yang meng-homeschooling-kan anak-anaknya. Cerita lengkap mengenai ini,
telah saya tuliskan di sini.
Intinya bagi saya homeschooling adalah sesuatu yang baik dan sangat menarik.
Tiga
buku yang sangat menginspirasi saya mengenai parenting adalah Totto-Chan ,
Little Prince dan kumpulan cerita Chicken Soup for the Soul yang berjudul
Pelajaran Berharga (gambar oleh Kim Donghwa). Dari tiga buku tersebut saya
memiliki niat memiliki banyak waktu untuk bersama anak dan mendidik anak saya
sendiri dengan sebaik-baiknya. Hal yang saya pelajari pula adalah penting bagi
saya yang sudah menjadi orangtua untuk tidak melupakan segala kebiasaan dan
dunia saya ketika kecil. Sebab bagi saya, itulah kunci kesabaran saya sebagai
orangtua.
Pada
saat Jco 22 bulan, saya memutuskan keluar dari pekerjaan saya, agar saya
memiliki lebih banyak waktu dengan Jco. Kemudian saat Jco 2 tahun, saya sempat
beberapa kali ikut ‘trial’ di beberapa sekolah yang direkomendasikan beberapa
pengguna internet. Dari beberapa kali ‘trial’ tersebut, saya berkata dalam
hati, bahwa saya punya lebih banyak waktu dan semangat untuk menemani Jco
belajar daripada guru-guru tersebut di sekolah. Sejak itu saya banyak sekali
membaca blog-blog dan akhirnya saya menemukan web rumahinspirasi. Di sinilah
akhirnya saya memutuskan, homeschooling adalah pilihan tepat untuk saya dan
Jco.
Sejak
itu saya semakin serius berkegiatan dengan Jco. Kami sangat tertolong dengan
ilmu dari webinar Rumah Inspirasi dan dukungan dari teman-teman sesama
homeschoolers. Catatan kegiatan Jco, saya dokumentasikan di
www.jejakjco.blogspot.co.id.
Tanya
Jawab:
1.
Mbak Sari - Apa kegiatan Jco setiap hari mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi?
Kegiatan
Jco dari bangun pagi sampai tidur lagi ada yang rutin dan ada yang tidak. Yang
rutin di pagi hari adalah bangun, berdoa pagi, membereskan tempat tidur bersama
saya, membantu saya menyapu kamar, mandi, sikat gigi, berjemur, jalan-jalan
pagi dan makan pagi. kegiatan rutin sore: mandi sore, makan sore dan berdoa
sore. Sedangkan kegiatan tidak rutinnya berganti ganti permainan (main sepeda,
main wayang, inovasi transportasi), masak, bermain bersama peliharaannya
(kura-kura dan bekicot), membuat prakarya, dibacakan buku atau koran, melihat
youtube lagu-lagu (karena dia suka bernyanyi). Jadi kegiatannya sesuai dengan
minatnya mbak. . ✅
2.
Mbak Sari - Apakah Ada kurikulum tertentu untuk Jco?
Kami
memiliki beberapa panduan pendidikan untuk anak usia dini. Pertama check list
dari Diknas untuk anak usia 0-6 tahun. Kemudian kami memiliki 5 panduan utama
untuk mendidik anak usia dini yaitu intelektual, kesehatan fisik, kesehatan
mental, interaksi sosial dan pengenalan minat. Untuk memfasilitasi perkembangan
intelektual Jco, saya mengajak Jco banyak membaca buku, ikut reading eggs
(belajar baca) dan ikut ixl math (untuk latihan logika), namun waktunya
tergantung dari kondisi Jco setiap harinya (tidak rutin tapi selalu ada dalam
kegiatan setiap minggu). Untuk perkembangan fisik kami membiasakan makan
makanan sehat buah dan sayur sebagai menu utama, berjemur, jalan pagi dan
renang. Untuk kesehatan mental kami banyak ngobrol, refleksi kejadian-kejadian
yang terjadi di sekitar kami dan mengikutkan Jco setiap ada kegiatan
ibadah. Untuk interaksi sosial, saya
sering ajak Jco jalan pagi dan menyapa "selamat pagi" orang lain meski
tak kenal, bermain ke rumah sepupu, bermain bersama teman KERLAP dan bertemu
dengan teman teman saya atau teman teman eyangnya. Untuk pengenalan minat kami
sering ajak Jco jalan-jalan, termasuk jalan-jalan dengan teman teman KERLAP.
Karena siapa tau dari wawasan jalan jalan itu dia menemukan minat terbesarnya.
Saat ini usia 3-6 tahun kami konsentrasi pada pengembangan karakter anak agar
kelak ia menjadi anak yang berbudi luhur dan pencarian minat Jco. Nanti saat
usia 6-14 tahun kami akan berusaha fokus pada minat Jco. . ✅
3. Mbak Eka - Jco jam bangunnya sudah rutin blom
mba? Aku kurang waktu bersama anak mba. Dan lebih cepat emosi kalo sendiri jaga
toko, gimana?
Pertanyaan
pertama tentang waktu tidur: Jco sudah rutin bangun pagi antara jam 5-6. Jarang
sekali lebih dari jam 6. Karena Jco rutin tidur antara jam 18.30-19.30. Saya
dapat tips dari seorang dosen, beliau mengatakan keluarganya membiasakan
menghentikan semua aktivitas pada jam 19.00, mati semua dimatikan dan anak-anak
diajak tidur. Pada jam 19.30 relatif anak anak sudah tidur. Orangtua bisa
kembali bekerja. Saya menerapkan itu sejak Jco bayi. Tapi setiap keluarga beda
kebiasaan mbak, kebetulan saya cocok dengan cara ini. Karena badan kita juga
jadi ngga cape, anak juga selalu segar di pagi hari.
Pertanyaan
kedua tentang waktu bersama anak dan emosi. Mungkin bisa ambil 1 jam sehari
untuk khusus memasukkan nilai penting yang mama dan suami ingin anak miliki.
Misal satu jam bersama anak hari senin membaca berita di koran. satu jam
bersama anak hari selasa berenang. dsb. Sebab kualitas memang jauh lebih
penting daripada kuantitas. Belum tentu yang selalu bersama anak memiliki
kualitas yang maksimal. Tentang emosi, saya juga masih dalam proses panjang
mbak. Setiap kali saya mau marah atau kesal saya berusaha mengingat hatinya
anak anak yang kecil itu, dia pasti pengen sekali kita lembut padanya. Kalau
anak tantrum, kita juga jangan ikut tantrum, peluk dan bicara dengan sayang.
Beberapa kasus pada kami berhasil. Modalnya latihan sabar tiap hari, dihadapi dan
ditekuni sabarnya. . ✅
4.
Mbak Sari - Bagaimana tangapan mbak Wanda sendiri soal kegiatan mengajar di
Sekolah formal pada saat ini?
Bagi
kami (saya dan suami) sekolah formal itu artinya berangkat pagi, membawa buku
yang banyak dan berat, mengerjakan tugas-tugas pelajaran yang belum tentu kami
minati, perjalanan panjang menuju sekolah dan kembali ke rumah. Selain itu
seingat kami tidak semua guru memiliki passion terhadap mata pelajaran yang
mereka ajarkan, dan tidak semua memiliki passion untuk mendidik anak. Meskipun pasti
ada juga guru yang demikian, tapi kami jarang bertemu guru yang seperti itu.
Tentang pengajaran di sekolah, bagi kami
seperti sambil lewat, yang terjadi adalah kami berusaha sendiri untuk mengerti
pelajaran tersebut melalui belajar mandiri di rumah. Belajar di sekolah formal
artinya itu duduk dan menghafal. Sementara itu pandangan subjektivitas kami.
Semoga tidak mendeskriditkan pihak manapun. . ✅
5. Mbak
Enggar - Pernah kehabisan materi utk kegiatan Jco selama HS ngga? Harus ngajak
maen apalagi yaa...seperti itu, sama jadwal ibunya jco bikin jadwal buat jco
kpn?
Sampai
saat ini saya belum pernah kehabisan materi belajar bersama Jco. Seperti
lagunya mbak Lala Belajar di mana saja, kapan saja dan bersama siapa saja,
sangat memudahkan bagi saya. Sebab dengan pandangan itu saya tidak melulu
berpikiran bawah belajar itu artinya saya memberi pelajaran pada Jco, melainkan
semakin sedikit saya memberi semakin banyak Jco menerima. Contohnya: Pada saat
Jco usia dua tahun, setiap pagi setelah mandi, saya selalu tanya pada Jco, hari
ini mau ngapain aja. Kemudian dia jawab beberapa hal yang dia mau. Lalu hari
itu kami melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakannya pada pagi hari.
Sekarang justru dia yang diap pagi tanya pada saya, hari ini kita mau ngapain bu?
Lalu dia jawab sendiri apa yang ingin dia lakukan. Kalau sampai tidak ada
kegiatan alias Jco dan saya sama-sama nge-blank, biasanya kami buka koran untuk
cari bahasan baru. Misal tentang kebakaran hutan di sumatra dan kalimantan,
lalu lihat berita kebakaran di youtube.
Pertanyaan
kedua ttg jadwal. Jadwal mingguan dan rutin sudah ada. seperti yang saya
sampaikan pada mbak Sari tadi. Misalnya keluar bersama teman-teman KERLAP hari
selasa, renang tiap Jumat, Les Musik
tiap Jumat. Sedangkan kegiatan lainnya tergantung minat Jco pada hari itu. . ✅
6. Mbak
Ayu Ratih - Bagaimana tanggapan dari keluarga besar tentang keputusan mbak Wanda
dan suami untuk meng-hs-kan Jco? terimakasih
Pertama,
ayah dan ibu saya merupakan akademisi. Beliau berdua memiliki pandangan khusus
terhadap pendidikan formal. Pada saat ikut webinar rumah inspirasi ayah dan ibu
saya ikut mendengarkan. Ayah saya, yang seorang guru besar di Universitas
Indonesia, banyak mengkritisi dan banyak bertanya tentang homeschooling. Kami
berdua menjelaskan tujuan kami memilih homeschool untuk Jco. Beliau juga
menanyakan bagaimana cara Jco bersosialisasi nantinya. Selain itu juga masalah
Ijazah, terutama apakah Jco bisa meneruskan ke Universitas nantinya. Semua itu
kami jawab dengan semua materi dari webinar rumah inspirasi. Akhirnya ayah dan ibu
saya sangat mendukung. Dan selalu kami informasikan kegiatan kegiatan Jco
setiap harinya. Semakin mereka tau apa
yang Jco lakukan, mereka semakin paham jiwa homeschooling. Dan sangat
mendukung. . ✅
7. Mbak
Ayu Ratih - Apakah dalam sehari itu ada saat Jco untuk independent play alias
bener-bener main sendiri karena mbak Wanda / suami harus melakukan pekerjaan
lain?
Ya
tentu ada. Contoh Jco bermain yang benar benar sendiri tanpa ditemani siapa pun
adalah menggambar lalu menggunting, bermain lego, bermain playdoh, bermain
sepeda dalam rumah, bermain wayang, bernyanyi, bermain bersama dua kura kura
besar dan satu bekicot (melatih Jco untuk kasih sayang pada sesama hidup), dan
dia suka sekali berimajinasi sendiri (misal meja menjadi bajaj atau excavator,
kursi bayi dibalik jadi mobil, kuda kudaan rotan dibalik jadi speed boat ,
mobil-mobilan dirubah menjadi forklift). . ✅
8.
Mbak Eka - Apakah ada budget khusus untuk homeschooling mba? Terus
penghitungannya?
Ya
kami punya budget khusus untuk pendidikan Jco. Kami tetap menganggarkan biaya
pendidikan tiap bulan, sesuai kemampuan kami. Caranya dengan menghitung seluruh
pengeluaran pokok keluarga misalnya biaya makan sebulan, biaya listrik, biaya
telpon, air, dan iuran rutin lainnya. Sisanya untuk pendidikan dan tabungan.
Untuk pendidikan kurang lebih 1/6 dari pendapatan. Tentu setiap keluarga beda.
Bisa disesuikan. Budget itu kami gunakan untuk pengembangan minat Jco (ikut
kursus minat), beli buku, mainan edukatif. Kami selalu membayangkan kalau anak
kami di sekolah formal maka kami harus bayar uang pangkal sekolah. Nah uang
yang kira-kira dipakai untuk bayar uang pangkal sekolah atau uang iuran tahunan
sekolah kami gunakan untuk liburan keluarga setiap taunnya dengan mengunjungi
daerah-daerah di Indonesia. Tujuan dari liburan keluarga ini untuk menumbuhkan
rasa cinta Jco terhadap Indonesia. . ✅
9. Mbak
Enggar – Apakah Jco pernah ada kegiatan sampai malam? Misalnya suatu acara yg
bikin jco tdrnya larut?kl tdrnya jco larut malam, apakah bsknya dibangunkan
pagi atau otomatis bgn pagi?
Tentu
saja jco pernah tidur sampai laruut sekali, bahkan sampai pagi. Contohnya
ketika ia nonton wayang kulit semalam suntuk (karena dia suka sekali nonton
wayang), biasanya saat nonton wayang kulit ini dia tidur jam 2 pagi. Namun
sebelumnya jam 19.00-21.00 biasanya dia tidur dulu. Lalu setelah sampai di
tempat pagelaran dia terbangun dan nonton sampai secapenya. Pagi nya dia akan
bangun sendiri tidak pernah lebih dari jam 8 pagi. Dan kami memang tidak pernah
membangunkan Jco ketika tidur. Karena menurut kami secara biologis tubuh
manusia tau harus istirahat berapa lama sesuai kebutuhan badannya. . ✅
10. Mbak
Enggar - Niel kalo ngga dibangunin, bisa bangun jam 9, jadi selama ini saya
selau bangunkan, apakah tdk apa-apa? Kl pagi bgnnya 6, malamnya tdr maksimal
jam 8, tp kl paginya g dibgnkan bs bgnnya jam 9, jd setiap pagi mengusahakan
membangunkan niel, spy tdrnya tdk terlalu malam.
Sepertinya
ngga ada masalah dengan anak dibawah 5 tahun tidur panjang. Tidur itu bagi balita
prinsipnya baik, itu proses pertumbuhannya. Tentang tidur sepengetahuan saya
anak dibawah 5 tahun memang tidurnya panjang. Mereka membutuhkan waktu sekitar
10-12 jam nonstop untuk istirahat malam hari. Dan berdasarkan sistem
metabolisme tubuh, manusia baiknya tidur sebelum larut malam agar tubuh
maksimal. Biasanya bila sampai jam 6.30 Jco belum bangun, saya akan buka korden
dan jendela, sehingga tubuhnya terkena sinar matahari, biasanya dia akan
langsung bangun tanpa dibangunkan. Selain itu bila kami berkegiatan di pagi
hari, dia otomatis langsung ikut bangun.
11.
Mbak Eka - Apa mba Wanda punya family planning, target-target bulanan/ tahunan
gitu?
Kami
punya planning mingguan yaitu ada hal
baru yang dipelajari baik ilmu pengetahuan (science), lingkungan dan
keterampilan. Kalau bulanan kami mereview kegiatan harian dan mingguan. Dari
situ kami dapat merencanakan kegiatan mingguan pada bulan selanjutnya. Apa yang
Jco butuhkan untuk mengembangkan minatnya dan apa yang perlu menjadi concern
kami sebagai teladan, untuk membentuk
watak baik pada nya. Kalau tahunan paling tidak check list perkembangan anak tahunan dari Diknas menjadi
salah satu panduan kami. Dan membuat rencana tahun berikutnya. ✅
12.
Mbak Ayu Ratih - Bagaimana caranya mbak Wanda mengetahuai minat jco terhadap
wayang,musik dan renangs? Apakah dgn trial and error maksudnya dicoba dl
anaknya diikutin les renang trus kl seandainya ga suka ya brarti tidak lanjut
Untuk
mengetahui minat anak, kami kenalkan berbagai jenis kegiatan sejak kecil dengan
cara selalu mengajak Jco kemana pun kami pergi, membacakan buku, mengajak Jco
ke tempat-tempat baru yang menurut kami menarik. Dari situ terlihat minatnya.
Contohnya tentang wayang: bagaimana Jco suka wayang? Suatu hari kami mendapat
undangan nonton wayang, kami gunakan kesempatan itu dengan mengajak Jco. Sejak
itu ia minta wayang dan memainkannya. Kalau renang, sejak bayi dia sudah saya
kenalkan renang, dan saat saya renang, dia selalu ikut renang. Kalau musik,
dari kecil dia terlihat suka mendengarkan dan memperhatikan musik. Kami taunya
ketika umur 15 bulan dia bikin lagu sendiri dan terlihat enjoy dengan
nyanyiannya. ✅
13. Mbak
Eka - Mau daftar checklist dari Diknasnya dong mba, gimana caranya?
Checklist
dari Diknas saya dapat dari www.rumahinspirasi.com.
Agar memudahkan akan saya share di FB KERLAP ya, supaya teman teman yang lain
juga bisa download. . ✅
Penutup:
Terima
kasih Mbak Sastri sebagai moderator, mbak Eka sebagai notulen, dan teman teman
semua yang sudah bertanya dan hadir di sharing malam ini. Yuk kita beri
sebanyak-banyaknya wawasan dan pengetahuan yang baik untuk anak kita. Dan
dampingi mereka menemukan apa yang menjadi passion-nya.
Intinya kitalah yang harus berusaha mengerti anak-anak kita, bukan mereka yang
harus dipaksa untuk mengerti kita.
Friday, November 13, 2015
Balonku

Teman-teman,
tau lagu “Balonku” kan? Anak saya, Jco (3 tahun 9 bulan), suka menyanyikan lagu
ini. Yuk nyanyi sama-sama...
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau kuning kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau
Dor!
Hatiku sangat tentram
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat!
Ada
yang berbeda dari lagu “Balonku” yang teman-teman kenal? Ya.. Lirik baris ke-7
yang biasa kita nyanyikan dengan “Hatiku sangat kacau”, telah diganti sendiri oleh Jco, menjadi “Hatiku sangat
tentram”. Mengapa? Dia berpendapat lagunya memang seharusnya begitu.
Setelah
saya refleksikan, mungkin maksud Jco, semalang-malangnya keadaan kita,
sebaiknya kita tetap menjaga agar hati kita tentram.
Thursday, November 12, 2015
Baca Lagi Bu!
Hari ini, saya membaca newsletter dari www.babycenter.com judulnya "Read it again!" Demikian isinya!
Your 3-year-old now
If you read that book about a family of
dinosaurs one more time your head will explode. What can your
preschooler possibly see in it? As exasperating as the repetition is for
you, it's exactly what your child needs. That's how he learns.
Once
he's learned a story, he can anticipate what comes next. He feels
triumphant about "knowing." It's the same reason he repeats other tasks
over and over — putting together puzzles, singing a favorite song. The
joy is in the mastering.
To make reading that tiresome book more
exciting, have him guess what comes next or change the words around.
He'll feel proud that he "caught" your mistake.
sumber: http://www.babycenter.com
Ini benar benar terjadi pada Jco sekitar beberapa minggu terakhir. Terutama pada cerita-cerita bergambar di koran Kompas, Jakarta Post dan majalah anak-anak (milik saya jaman dulu). Contohnya cerita bergambar di Kompas hari Minggu, setiap kali saya selesai membacakan isi ceritanya dia akan bilang "Baca lagi Bu!" berulang-ulang. Meski hanya terdapat beberapa patah kata dan beberapa adegan gambar, tapi bila harus mengulang membacakan cerita tersebut sebanyak lebih dari dua puluh kali sehari, saya minta diskon "Nak besok lagi ya diulangnya" hehehe
Ternyata setelah baca tulisan dari "babycenter" itu saya mendapat kesimpulan, pengulangan dari sesuatu yang menarik menurut anak merupakan bagian dari proses belajar anak yang efektif. Jadi alangkah baiknya bila saya semakin selektif dalam memilih bacaan, setidaknya akan lebih baik bila sebelum membacakan secara lisan pada anak, saya baca dulu isi bacaannya. Karena kadang bacaan yang kita kira diperuntukkan untuk anak, belum tentu kata-kata atau nilai yang terkandung di dalamnya cocok dengan pola pendidikan kita terhadap anak.
Bagi saya, bacaan living book dari komunitas Charlotte Mason sudah pasti menjadi pilihan utama atau bisa juga lihat list dari Wordsworth children's classics. Bila kita memilihkan buku-buku dan cerita-cerita yang kita yakin isinya dapat menjadi bagian penting dari pembentukan karakter anak maka saya rasa tak akan ada beban bagi kita untuk terus mengulanginya sebanyak apa pun yang mereka butuhkan.
"Baca lagi Bu!"
"Yuk!"
Mendidik Anak dalam Kandungan
Sebelum hamil, saya pernah mendapat nasihat dari nenek saya berdasarkan tulisan dari bapak R. Soenarto Mertowardojo mengenai pendidikan dalam kandungan. Beliau mengatakan mendidik anak dalam kandungan artinya mendidik diri sendiri. Singkatnya ibu harus bisa mengendalikan angan-angan (pikiran) dan nafsu-nafsunya untuk hal-hal yang baik dan selalu dalam suasana dekat dengan Tuhan. Selain itu juga menjaga kondisi kejiwaannya sendiri, dengan cara selalu mematuhi perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya.
Maka begitu saya tahu bahwa saya hamil, saya berusaha untuk merubah kebiasaan-kebiasaan
yang menurut saya kurang bermanfaat. Contohnya, bila sebelum hamil saya suka
sekali main game dari pagi sampai malam, begitu hamil saya tinggalkan game dan
memulai hidup yang menurut saya lebih bermanfaat seperti bangun lebih pagi,
mengerjakan segala pekerjaan rumah lebih cepat, lebih banyak membaca buku dan
membantu orang lain. Saya merasa bahwa niat merubah watak saat itulah yang
menyebabkan saya nyaman, baik secara fisik maupun mental.
Mengapa
mendidik anak dalam kandungan? Karena mendidik anak dalam kandungan jauh lebih
mudah dibandingkan mendidik anak ketika sudah di luar kandungan. Bagaimana
caranya? Caranya dengan mendidik diri ibu sendiri. Contohnya, buang
pikiran-pikiran yang terurai-urai tak berujung (seperti melamun, khawatir dan
rumit), lakukan pekerjaan-pekerjaan bermanfaat dan kurangi kesenangan. Apa
hasilnya? Kejiwaan ibu kuat, fisik ibu kuat dan janin pun kuat.
Apakah
peran ayah penting? Tentu saja. Bila ayah sebagai pendamping ibu bisa membantu
menciptakan suasana kejiwaan yang baik bagi ibu, maka ibu akan sangat terbantu.
Sikap yang lembut dan keinginan untuk meringankan beban ibu baik secara fisik
maupun pikiran dapat membuat ibu merasa nyaman. Bila ibu merasa aman, nyaman
dan tentram, maka ibu lebih siap menghadapi perubahan-perubahan fisik yang
terjadi padanya. Selain ayah siapa lagi yang bisa berperan? Siapa pun yang ada
di dekat ibu hamil bisa berperan, contohnya: keluarga dan teman. Kepedulian orang
dekat terhadap ibu hamil sangat perlu demi menjaga keutuhan jiwa generasi
selanjutnya.
Namun
ada yang perlu juga kita ingat, bahwa ada hukum keadilan Tuhan yang berlaku.
Tak jarang kita temukan seorang yang dianggap tidak baik di masyarakat justru
memiliki anak yang berbudi luhur. Dan tak jarang pula kita temukan orangtua yang
baik memiliki anak yang berbudi asor atau perilakunya tercemar. Karena itu,
tugas kita hanyalah berusaha yang terbaik selama proses pendidikan anak dalam
kandungan, agar kita dapat mempersiapkan kondisi kejiwaan anak sejak masih dalam
bentuk embrio kecil.
Demikianlah
suasana sakral yang perlu sekali ibu jaga saat hamil yaitu mendidik anak dalam
kandungan dengan mendidik diri sendiri. Semoga kelak anak-anak generasi
mendatang luhur budinya, luhur derajatnya serta mulia hidupnya.
Penulis:
Wanda
Soepandji
Ibu
dari seorang anak laki-laki (3 tahun 9 bulan)
12
November 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)





